Kamis, 25 Juli 2019

// // Leave a Comment

UMKM Cerdas Hukum Sadar HKI

Jutaan UMKM di Indonesia belum memiliki merek yang terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Padahal, merek sangatlah penting bagi UMKM. Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik mengajak UMKM Indonesia untuk #cerdashukum melalui kegiatan berupa Forum Sosialisasi Kepatuhan Terhadap Hak Kekayaan Intelektual. Di Yogyakarta, kegiatan #cerdashukum #forumHKIKominfo_Yogya diselenggarakan di Hotel Sheraton Mustika pada Kamis, 25 Juli 2019.

Narasumber #cerdashukum #forumHKIKominfo_yogya


Acara #cerdashukum dibuka pada pukul 10.00 WIB oleh pembawa acara Dewi Winasih kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa dan sambutan. Setelah sambutan, tiga narasumber memberikan paparan dan dilanjutkan dengan diskusi.

Narasumber yang hadir pada kegiatan #cerdashukum di Yogyakarta adalah Bapak Handi Nugraha, S.H., M.H., Kepala Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Non Pemerintah dan Monitoring Konsultan KI Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Dra. Ch. Lusi Irawati, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans Kota Yogyakarta, dan Drs. Bambang Gunawan, M.Si, Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Ditjen IKP Kemkominfo. Kegiatan paparan dan diskusi dipandu oleh Ibu Rihani Wulandari S.H., M.H.

Bapak Handi Nugraha membawakan sosialisasi regulasi dan pendaftaran HKI di Indonesia. Dalam paparannya pemapar menyampaikan mengenai pentingnya HKI untuk UMKM di Indonesia agar produk atau jasanya dapat terlindungi oleh hukum.

Bapak Bambang Gunawan menyampaikan materi penanganan konten pelanggaran di dunia siber. Pemapar menyampaikan data-data di internet dan pelanggaran-pelanggaran HKI di dunia maya serta penanganannya.

Selanjutnya, Ibu Lusi Irawati memaparkan mengenai kebijakan pengembangan UMKM di Kota Yogyakarta.

Sesi diskusi sangat menarik karena peserta memiliki antusiasme yang tinggi untuk bertanya sampai jumlah penanya harus dibatasi dan banyak peserta yang tidak mendapat kesempatan bertanya.

Kamu punya produk atau jasa? Sudahkah Kamu daftarkan merek produk atau jasamu?

0 komentar:

Posting Komentar