Ketika sedang googling dengan kata kunci udang windu, saya sampai ke website CJ Feed Indonesia, produsen pakan ayam yang memiliki tiga perusahaan yaitu PT. CJ Superfeed, PT. CJ Feed Jombang dan PT. Super Unggas Jaya. Google mengantarkan saya ke sebuah artikel di website CJ Feed Indonesia pada halaman berjudul Udang Windu.
Hm... lamat-lamat kok saya ingat suatu hari di saat yang lalu saya pernah ke blog Kang Rofi dan membaca mengenai topik yang sama. Ketika saya klik tombol balik di perambah rubah api saya, saya menemukan hasil pencarian oleh Mbah Gugel seperti yang ditampilkan pada gambar di bawah ini.
Tulisan Kang Roffi ada di posisi paling buntut pada halaman pertama hasil pencarian dengan Mbah Gugel. Asyik, halaman pertama rek! Aku yakin setelah tulisan ini dimuat, akan bergeser ke posisi paling atas, hahaha... Kalau ada yang iseng ikut mencari dengan kata kunci udang windu dan mengklik taut ke "Berharap kembali dari Udang Windu". Eh, sama deh, untuk CJ Feed Indonesia yang hasil pencariannya berada di halaman kedua. Nggak jauh dari posisi tulisan Kang Roffi.
Hmm... apa sih yang aneh dari udang windu?
Sebenarnya nggak ada yang aneh kecuali bahwa CJ Feed Indonesia telah membajak tulisan Kang Roffi. Setelah saya bandingkan secara sekilas, perbedaan hanya terletak pada paragraf paling bawah.
Paragraf asli dari "Berharap kembali dari Udang Windu":
Menurut Ketut Sugama, pengembangan udang windu seyogyianya akan lebih baik bila dimulai pada areal yang masih virgin yaitu kawasan Indonesia Timur. Harapan kembali berjayanya udang windu tentunya tidak terlepas dari kerjasama semua pihak yang terlibat. Tentunya harapan semua masyarakat Indonesia agar Indonesia yang memiliki wilayah pengembangan udang windu yang ama besar dapat kembali menjadi produsen utama udang windu sehingga semakin diandalkan menjadi penghasil devisa.
Paragraf terakhir dari Udang Windu (yang ada di CJ Feed Indonesia):
Pengembangan udang windu seyogyianya akan lebih baik bila dimulai pada areal yang masih virgin yaitu kawasan Indonesia Timur. Harapan kembali berjayanya udang windu tentunya tidak terlepas dari kerjasama semua pihak yang terlibat. Tentunya harapan semua masyarakat Indonesia agar Indonesia yang memiliki wilayah pengembangan udang windu yang ama besar dapat kembali menjadi produsen utama udang windu sehingga semakin diandalkan menjadi penghasil devisa.
Tukang Konten CJ Feed hanya menghapus bagian "Menurut Ketut Sugama" saja.
Saya merasa CJ Feed Indonesia kurang sopan. Sebaiknya operator mengikuti kaidah Creative Common License yang sudah dipasang PERINGATANnya oleh Kang Roffi pada bagian paling atas kolom sisi (sidebar) sebelah kiri. Siapa pun operator konten CJ Feed Indonesia sebaiknya segera mengirim email kepada Kang Roffi dan mematuhi Creative Common License yang sudah dipasang oleh Kang Roffi. Bukan suatu hal yang memalukan apabila kita mempublikasikan artikel hasil karya orang lain di website perusahaan kita. Yang memalukan adalah apabila kita melakukan plagiasi dan ketahuan.
Di bawah ini screen shot kedua tulisan yang saya sebutkan di atas. Sengaja saya buatkan screen shotnya untuk menjadi bukti bahwa CJ Feed Indonesia membajak karya Kang Roffi. Klik untuk memperbesar ya, gambar dalam format JPG (sedang malas bikin file PDF). Tulisan hasil bajakan di sebelah kiri (yang gambarnya lebih besar karena halamannya pendek) sedangkan tulisan asli yang dibajak di sebelah kanan (yang gambarnya lebih ramping tapi panjang karena banyak komentar di sana).
