Tuesday, 22 October 2013

// // Leave a Comment

Hidup di Masa Kini dengan Teknologi Kuno


Ya, betul. Judul di atas bukan dramatisasi. Saya memang hidup di masa kini dengan teknologi kuno. Mungkin masalah kunonya yang relatif atau dapat diperdebatkan. Apabila memiliki energi berlebih, silakan berdebat...

Saya katakan hidup dengan teknologi kuno karena saya saat ini memiliki sebuah laptop yang memakai sistem operasi Ubuntu 9.10 atau yang dikenal dengan nama Karmic Koala. Padahal, saat ini Ubuntu untuk PC sudah sampai pada Ubuntu 13.10.


Ubuntu 9.10 sudah tidak didukung lagi oleh Canonical. Versi LTS (Long Term Suport) terakhir adalah Ubuntu 12.04 yang didukung sampai 2017.

Sangat ketinggalan bukan?

Jujur saja, saya sudah menginstal Ubuntu 13.04 sebelum Ubuntu 13.10 untuk desktop diluncurkan. Sayangnya, sistem operasi terbaru (saat saya instal) dari Ubuntu itu tidak stabil di laptop saya, Toshiba Tecra A6 yang juga sudah kuno untuk ukuran masa kini. Hanya Ubuntu 9.04 dan Ubuntu 9.10 yang stabil di mesin saya. Untuk mengurangi kadar kekunoan, saya memilih memakai Ubuntu 9.10.

Mungkin Kawan-Kawan bertanya mengapa saya memakai Ubuntu, apakah saya memang senang dengan open source?

Jujur saja, saya senang dengan Windows. Mesin saya memiliki lisensi resmi Windows XP yang juga sudah kuno dan pada April 2014 nanti akan dihentikan dukungannya oleh Microsoft. Saya menginstal Ubuntu karena setelah beberapa kali crash, mesin yang saya pakai tidak daat saya kembalikan ke pengaturan pabriknya. Recovery CD yang saya punya tidak dapat menginstal factory seetings. Entah karena cakram plastiknya yang sudah rusak atau mesinnya yang sudah tidak mau lagi diinstal dengan pengaturan bawaan pabriknya.

Nah, dariada mesin tidak dapat dipakai, saya menginstal Ubuntu 13.04. Instalasi berhasil tetapi tidak stabil. Laptop tidak dapat lagi dinyalakan setelah dimatikan. Banyak errors yang terjadi. Karena saya memiliki CD Ubuntu 9.04, saya kemudian menginstal Ubuntu 9.04. Ternyata stabil dengan mesin saya. Hal yang saya lakukan berikutnya adalah melakukan upgrade ke Ubuntu 9.10. Alhamdulillah, Ubuntu 9.10 juga stabil di mesin saya sehingga saya pertahankan sistem operasi yang sudah ditinggalkan oleh pembuatnya itu.

Memang ada rasa tidak puas dan ingin memakai sistem operasi terbaru. Saya pun membuka-buka situs web Xubuntu dan Lubuntu. Kedua sistem operasi versi ringan Ubuntu itu selalu come up dengan versi terbaru Ubuntu. Saya pun sudah mengunduh Xubuntu 13.04. Siap untuk dibakar ke CD. Yang menghalangi saya dari menginstal Xubuntu 13.04 adalah pengalaman bahwa untuk menginstal Ubuntu 9.04 kemudian menaiktingkatkan ke Ubuntu 9.10 memakan waktu yang lama, terutama untuk proses pengunduhan berkas-berkas barunya. Jadilah sampai saat menulis kiriman ini saya tetap memakai Ubuntu 9.10 melalui peramban Opera 12.16 yang alhamdulillah dapat saya instal di Ubuntu 9.10.

Ubuntu 9.10 memiliki peramban bawaan yang juga sudah kuno, yaitu Firefox 3.6.17. Bayangkan betapa kunonya peramban itu...



Hidup harus terus berjalan. Leluhur kita mewariskan peribahasa "tiada rotan akar pun jadi". Dus, walaupun masa telah berada pada saat kini, teknologi yang tergolong kuno pun, apabila masih dapat dipergunakan untuk membantu aktivitas kita, tetap layak untuk kita pakai.

Selamat sore, Kawan-Kawan, selamat bercengkerama dengan keluarga.