Friday, 3 May 2013

// // Leave a Comment

Harga BBM Butuh Ketegasan dan Keberanian

premium habis

Rencana Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Hampir selama bulan April yang baru saja lewat, masyarakat Indonesia disuguhi wacana kenaikan harga BBM bersubsidi. Pemerintah beralasan, apabila harga BBM bersubsidi tidak dilakukan maka APBN akan jebol. Untuk mengatasi hal itu, Pemerintah berencana membuat harga Premium bersubsidi dengan dua harga, yaitu Rp4500,00 per liter untuk sepeda motor dan angkutan umum serta Rp6500,00 per liter untuk kendaraan beroda empat pribadi.

Setelah wacana digulirkan, banyak pendapat berseliweran. Umumnya, publik menilai bahwa kebijakan BBM bersubsidi dua harga itu tidak akan jalan. Di lapangan, BBM bersubsidi dua harga akan menimbulkan kekacauan. Selain itu, potensi penyimpangan pun sangat terbuka lebar. Dengan perbedaan harga yang mencapai Rp2000,00 per liter, peluang untuk menyelewengkan Premium dengan harga Rp4500,00 sangat besar. Kendaraan umum dan sepeda motor dapat membeli Premium kemudian menjual kembali kepada pemilik kendaraan pribadi dengan harga Rp6000,00. Jangan salah, ada sepeda motor dengan kapasitas tangki bahan bakar sebanyak 15 liter ditambah residu 3 Liter sehingga kapasitas total tangkinya 18 liter.

Memperhatikan pendapat yang beredar di masyarakat, pemerintah akhirnya membatalkan renacana kebijakan BBM bersubsidi dua harga. Pemerintah, melalui Presiden menyatakan bahwa harga BBM akan dinaikkan di bawah Rp6500,00. Tepatnya berapa, Pemerintah belum memberikan informasi.

Pada 30 April 2013 malam, Penulis menunggu pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi dari Pemerintah. Akan tetapi, sampai 1 Mei 2013 belum ada pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi dari pemerintah. Bahkan sampai hari ini saat tulisan ini diterbitkan.

Butuh Ketegasan dan Keberanian

Masyarakat diombang-ambingkan dengan wacana kenaikan harga BBM bersubsidi yang tidak kunjung dieksekusi keputusannya. Pemerintah mungkin tidak mengetahui bahwa di lapangan, harga-harga sudah beranjak naik. Walaupun Pemerintah mengatakan bahwa selama April 2013 terjadi deflasi, faktanya beberapa komoditas yang banyak dibeli masyarakat kecil harganya sudah naik. Sebut saja harga mi instan sebagai contoh. Produk yang banyak dibeli orang kecil itu harganya di pasaran sudah naik.

Butuh ketegasan dan keberanian dari pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Apabila untuk menyelamatkan perekonomian negara harga BBM bersubsidi harus dinaikkan, tentu Pemrintah tidak boleh ragu untuk mengeksekusi kenaikan harga BBM bersubsidi itu. Apabila ragu, alasan penyelamatan perekonomian negara justru akan dipertanyakan oleh masyarakat.

Pengalihan Subsidi

Penulis berpandangan bahwa subsidi BBM dapat dialihkan kepada hal yang lain yang berhubungan dengan kesejahteraan rakyat. Dihentikannya subsidi BBM tentu akan berengaruh kepada kehidupan rakyat kecil. Selain biaya kehidupan sehari-hari yang kemungkinan akan semakin tinggi, rakyat kecil juga harus berhadapan dengan biaya pendidikan dan kesehatan yang juga tinggi. Oleh karena itu, pengalihan subsidi BBM ke subsidi pendidikan dan kesehatan tentu akan dapat diterima oleh masyarakat. Subsidi pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan dasar 12 tahun yang gratis dalam arti yang sebenar-benarnya.

Selain itu, pemerintah juga harus membangun infrastruktur transortasi massal agar masyarakat dapat mudah bepergian ke mana pun dengan menggunakan moda transportasi massal yang handal. Transportasi massal itu selain dipergunakan untuk mendukung pergerakan masyarakat juga untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Transportasi massal yang Penulis maksud adalah kereta api yang terintegrasi dengan moda angkutan umum pendukung yang lain. Adalah ironi apabila ternyata pemerintah justru menggunakan dana alihan subsidi BBM untuk membangun jalan tol karena pembangunan jalan tol tidak sejalan dengan kebijakan untuk melakukan penghematan BBM.