Thursday, 4 January 2007

// // Leave a Comment

Konglomerasi Media, Siap-Siap Menerima Pemaksaan Opini

Konglomerasi media sudah mulai menjangkiti Indonesia. Sebut saja MNC yang sudah memiliki RCTI, Global TV, TPI dan koran Seputar Indonesia. Media Group dengan Media Indonesia, Metro-TV dan Lampung Post. Trans-TV mengakuisisi TV-7 dan menggantinya menjadi Trans-7. Dapat kabar dari The Gadget kalau MNC akan meluncurkan sebuah portal berita pesaing Detik. The Gadget masih malu-malu. Akan tetapi, Ndoro Kakung Pecas Ndahe yang mendapat bisikan langsung saja membagikan alamat IP untuk portal berita yang katanya akan diberi nama OkeZone.Com itu. Lihat pada Portal Pecas Ndahe.

Apakah MNC yang sudah menguasai tiga stasiun televisi, sebuah koran dan akan meluncurkan portal berita itu mengembangbiakkan bisnis medianya hanya karena nafsu bisnis atau ada agenda lain, saat ini kita belum tahu. Akan tetapi, konglomerasi media semacam ini dapat membawa kepada pemusatan pembentukan opini. Bayangkan dengan sebuah opini yang dibentuk dan disiarluaskan di RCTI, TPI, Global-TV, Koran Sindo dan OkeZone.Com, opini itu akan diserap oleh khalayak yang sangat luas. Apakah tidak sebaiknya konglomerasi media seperti ini dibatasi? Penulis belum mengubek-ubek UU Penyiaran. Kalau ada yang tahu, boleh kasih masukan. Yang pasti, di belakang hari hal seperti ini akan berbahaya bagi bangsa.